Sambang IKM, Ketua Dekranasda Kunjungi Sentra Industri Tahu Krapyak, Desa Margoagung, Seyegan

Dra. Hj Kustini Sri Purnomo, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman beserta pengurus dan Disperindag melakukan kegiatan “Sambang IKM”(Industri Kecil Menengah) di Sentra Industri Tahu Krapyak, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan pada hari Rabu (26/8/2020). Kegiatan yang difokuskan di rumah bapak Sunardi, Krapyak VIII, RT 06 RW 24 tersebut dimaksudkan untuk melihat dampak pandemi covid 19 terhadap produksi industri tahu yang ada di Krapyak.

Pada kesempatan tersebut, Kustini berkesempatan untuk mengenal pengurus sentra industri tahu krapyak sekaligus mengetahui secara langsung proses pembuatan tahu bahkan berkesempatan untuk menggoreng sendiri tahu produksi dari pengrajin.
Kustini juga berkesempatan untuk berkeliling ke rumah penduduk yang menjadi pengrajin tahu sehingga tahu inovasi produksi yang telah dilakukan.
Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda juga menyerahkan bantuan berupa masker untuk anggota kelompok. Artinya Kustini juga mengajak para pelaku IKM juga disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
Pada sambang IKM ini juga dimanfaatkan oleh Disperindag dan mitra dari Bank Sleman untuk memberikan pengarahan, pembinaan sekaligus penawaran kredit dalam menjalankan produksinya.

Sebelumnya, Irwanto, ketua kelompok Sentra Tahu Krapyak memberikan gambaran tentang jumlah pengrajin tahu yang mencapai 68 orang dan tersebar di 3 pedusunan taitu Krapyak VIII, IX dan X. Tentang bahan baku, Irwanto menambahkan bahwa kedelai lokal belum bisa memenuhi kebutuhan pengrajin yang mencapa 30 kg/ hari, sehingga menggunakan kedelai impor. Pemasaran yang telah dilakukan adalah di Pasar Tradisionil di wilayah Sleman dan sedikit wilayah Kulon Progo. Hanya sebagian kecil yang dipasarkan secara online dan di Pasar Modern. Diceritakan juga bahwa usaha tahu yang dilakukan merupakan industri keluarga sehingga pengelolaannya kurang maksimal. Sampai sekarang pengrajin sudah sampai generasi ke-3 dan semakin sulit untuk dilakukan regenerasi.
Irwanto mengatakan, kedepannya bantuan alat dan permodalan menjadi harapan dari pengrajin.

Menanggapi keluhan yang disampaikan Irwanto tersebut, Joko Muljanto, Sekcam Kecamatan Seyegan menginformasikan bahwa baru saja selesai pelaksanaan KKN Daring dari UGM, ITB dan UNAIR yang melakukan intervensi kepada sentra industri tahu di krapyak. Hasil KKN tersebut adalah pemetaan potensi wilayah sekalian mapping untuk menuju Desa Wisata yang terintregasi, termasuk penanganan limbah tahunya dengan pembuatan portable digaster.

Ibu Ida, Wakil Dekranasda yang sekaligus Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman, dalam pengarahannya mengatakan bahwa ternyata industri tahu tidak terdampak secara signifikan dengan pandemi covid-19. Eksistensi industri tahu masih cukup tinggi.
Ida menambahkan, sebagai wujud pembinaan yang akan dilakukan Disperindag, bersana Dekranasda akan memfasilitasi sentra industri tahu krapyak ini dalam hal inovasi produksi termasuk kemasan produk dan sistem pemasarannya. Akan difasilitasi pula intuk medapatkan IPRT dan label Halal sehingga mampu bersaing, disamping itu juga menetapkan regulasi kaitannya dengan kemitraan yang mengharuskan mengambil produk lokal.
Raudi Akmal, anggota Dewan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sleman yang hadir dalam acara tersebut juga menambahkan bahwa Indusri Kecil dan Menengah seperti industri tahu krapyak ini perlu difasilitasi pengembangan produknya dengan bantuan modal dan bahan baku. Disamping itu perlu disupport sehingga suatu saat industri tahu krapyak bisa mempunyai branding “tahu Sleman” yang mempuyai ciri khas dan berkualitas.

Sebagai penutup, ada sosialisasi dari Bank Sleman kaitannya dengan pengajuan kredit bagi UMKM, prosedur dan kemudahan kemudahan yang didapat mengingat Bank Sleman adalah Bank nya masyarakat Sleman yang mempunyai misi untuk kesejahteraan masyarakat dan diwujudkan dengan pengajuan permodalan untuk peningkatan produksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*