Rakor Penanganan Covid-19 Kalurahan Margomulyo

“……bekerjalah dengan hati, karena ini masalah kemanusiaan…….”

Demikian antara lain pengarahan yang diberikan oleh Budi Pramono, S.IP, M.Si, selaku Panewu Kapanewon Seyegan dalam memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada peserta Rakor Penanganan Covid 19 di Kalurahan Margomulyo. Rakor yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Januari 2021 tersebut, menghadirkan dua narasumber yaitu Panewu Kapanewon Seyegan dan Kepala Puskesmas Seyegan, drg. Ratih Susila.

Bertempat di Balai Kalurahan Margomulyo, Rakor ini dihadiri oleh anggota BPD, Dukuh, Tokoh Masyarakat dan Satgas Covid-19 Kalurahan Margomulyo.

Dalam sambutannya, Suhardjono, Lurah Margomulyo menyampaikan tentang Instruksi Menteri, Gubernur yang ditindaklanjuti oleh Bupati dalam menghadapi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang oleh Kementrian disebut sebagai PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Kegiatan ini diberlakukan mulai tanggal 11 – 25 Januari 2021.

PSBB ini akhirnya oleh Gubernur dirubah menjadi PTKM (Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat) yang dalam instruksinya membatasi kegiatan masyarakat menjadi 25 % dari yang biasa dilaksanakan.
Untuk menterjemahkan instruksi tersebut diserahkan kepada kebijakan masing masing. Seperti contoh, untuk Kalurahan Margomulyo, tidak membatasi pegawai, tapi mengurangi jam kerja, mengingat Kalurahan merupakan unit pelayanan masyarakat.

Dalam pengarahannya, Budi Pramono menyampaikan bahwa dalam Rakorpim tingkat Kabupaten mulai tanggal 11 Januari telah dilakukan WFH 75 % dan WFO 25 %. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan masyarakat atau menghindari konsentrasi massa. Oleh Gubernur DIY, prosentasenya dirubah menjadi 50 WFO: 50 WFH mengingat jumlah pegawai dan karyawan di DI Yogyakarta tidak sebanyak di Jakarta dan kota besar lainnya.
Ditambahkan oleh Budi, dengan diberlakukannya PSBB ini diharapkan kurva pandemi Covid ini akan melandai. Budi juga mengingatkan peran Satgas Covid di tingkat Kalurahan sangatlah penting untuk koordinasi dengan tim gugus tugas di tingkat Kapanewon.

Covid 19 tidak hanya masalah kesehatan, tapi didalamnya juga ada masalah sosial, psikologi dan ekonomi. Sehingga perlunya edukasi kepada masyarakat untuk menjawab stigma negatif masyarakat. Budi menghimbau, budaya gotong royong dalam misi kemanusiaan digelorakan kembali sebagai bagian dari tanggung jawab moral. Sinergitas semua elemen masyarakat ini diperlukan untuk mengatasi masalah.

Drg. Ratih Susila, dalam pengarahannya mencoba mengingatkan kembali kepada satgas ataupun tokoh masyarakat dalam penangan masalah Covid di masyarakat.
Prinsip 3 T yaitu Tracing, Test dan Treatment bila mana masyarakat mendapati kasus Covid di lingkungannya. Mengenali gejala ringan, sedang dan berat bagi penderita juga diterangkan oleh Ratih.
Sebagai garda depan penanganan Covid, Ratih mengingatkan untuk memperlancar koordinasi dengan komunikasi yang bagus dan informasi yang bertanggung jawab sehingga penanganan covid di masyarakat sesuai dengan protap yang ada.
Sebelum rakor ditutup, dilakukan tanya jawab dengan peserta rakor. Rakor yang dimoderatori oleh Kamituwo Margomulyo ini diakhiri pukul 12.00 wib.

-AS-

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*