Pengukuhan Pengurus Kalurahan Budaya Periode 2020-2025 Kalurahan Margoagung

Bertempat di Ruang pertemuan kelurahan Margoagung , Sabtu 20 Maret 2021 diadakan acara Pengukuhan dan serah terima kepengurusan Pengelolaan Kalurahan Budaya Kalurahan Margoagung.
Acara yang dihelat pukul 16.00 ini, dihadiri oleh Kepada Dinas Kebudayaan Propinsi DI Yogyakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Lurah beserta pamong, Ketua BPKal dan anggota, Pendamping Kalurahan Budaya, Pengurus Pengelola Kalurahan Budaya, dan tamu undangan.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan disusul dengan lagu Mars Desa Budaya yaitu Lancaran Desa Budaya Pelog Nem yang diiringi oleh Grup Karawitan Agung Irama Kalurahan Margoagung.
Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan Lurah Kalurahan Margoagung No. 16/KPTS.LURAH/MA/2020 tentang Pemberhentian Pengurus Pengelolaan Desa/Kalurahan Budaya Kalurahan Margoagung periode 2015-2020 dan Surat Keputusan No. 15/KPTS.LURAH/MA/2020 tentang Pengurus Pengelolaan Desa/Kalurahan Budaya Kalurahan Margoagung periode 2020-2025.
Dalam Surat Keputusan tersebut, Drs. Priyo Sujana digantikan oleh Jumali, A.Md sebagai Ketua Kalurahan Budaya.
Kemudian dilanjutkan penandatanganan Surat Keputusan dan serah terima dari pengurus lama ke pengurus baru dan pengukuhan oleh Djarwo Suharto selaku lurah Margoagung.

Acara kemudian dilanjukan dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, H Y Aji Wulantara, SH, M Hum yang dalam sambutannya mengingatkan bahwa untuk menjadi Kalurahan Budaya tidaklah mudah. Kebudayaan bukan sebatas seni saja, tapi budaya harus bisa melingkupi seluruh dimensi kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan sosial dan ekonomi.
Aji juga menambahkan kelurahan budaya harus bisa memahami substansi dari budaya itu sendiri sebagaimana bunyi gamelan yang mewakili simbol simbol kehidupan masyarakat.
Sebagai Kalurahan Budaya, Margoagung menempati posisi yang khusus dan diharapkan nampu menjabarkan kebudayaan dalam perspektif yang lebih luas. Dibagikan akhir, aji mengingatkan apa yang disampaikan oleh Bupati Sleman untuk membangun Sleman dengan welas asih. Sebagai Kalurahan budaya kedepannya Margoagung mempunyai kopentensi dan kompetisi yang lebih baik.

Dra. Endang Widuri, Kepala Dinas kebudayaan Propinsi D I Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Margoagung sebagai Kalurahan Budaya diharapkan dapat meningkatkan potensi yang ada termasuk adat istiadat, bahasa, permainan tradisional dan makanan tradisional.
Diharapkan setelah menjadi Kalurahan Budaya ini, Margoagung juga dapat menjadi Desa Mandiri Budaya yang mempunyai peluang untuk mendapat dana langsung dari propinsi melalui BKK. Peluang ini bisa diberikan sebagai wujud fasilitasi masyarakat untuk berekspresi dan berinovasi dalam bidang budaya.
Endang juga menambahkan dengan menjadi Desa Mandiri Budaya, berhak mendapatkan pembangunan Balai Budaya yang bisa digunakan untuk memfasilitasi koperasi/UMKM, pariwisata, potensi/produk desa yang kesemuanya berujung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dibagian akhir, Endang menyampaikan bahwa untuk mewujudkan itu semua, setiap bulan , Dinas Kebudayaan akan mengadakan koordinasi/sharing dengan pendamping Kalurahan Budaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*