Pembuatan SOP Desa Wisata di Masa Pandemi

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang profesional, efektif dan efisien. Dengan adanya SOP, penyelenggaraan dan pengelolaan wisata dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Begitu maksud dan tujuan pembuatan SOP Desa Wisata, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, SOP dengan edisi khusus ini perlu dibuat dan diterapkan dengan memasukkan protokol kesehatan dalam parameternya.
Demikian materi pembuka yang disampaikan oleh Rahmat Sudrajat, S.Pt dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman dalam kegiatan Penguatan kelembagaan dan Pembinaan Desa Wisata di Kantor Kapanewon Seyegan, Selasa (4/11).

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan bahwa SOP dibuat sesederhana mungkin sesuai dengan kebutuhan yang telah dijalani sehari hari. SOP ini dibuat untuk menjalankan usaha secara standar dan dibuat secara tertulis.
Secara umum tujuan dari SOP adalah untuk menjaga konsistensi kinerja petugas, mengetahui peran dan fungsi tiap tiap posisi, memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab serta nenghindari kesalahan/malpraktek/keraguan.
Dijelaskan juga oleh Rahmat, fungsi SOP adalah sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan, mengarahkan pegawai agar disiplin dan sebagai pedoman untuk melaksanajan pekerjaan rutin. Sehingga bisa dikatakan bahwa SOP merupakan nyawa dari system manajemen.
Di masa pandemi sekarang ini, SOP menjadi tahapan penting dalam nenjalankan langkah langkah perusahaan atau kegiatan ternasuk desa wisata.
Protokol Kesehatan harus diterapkan secara penuh dan disiplin tinggi. Seperti
prosedur cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, memaki masker, memeriksa suhu tubuh, jaga jarak dan tidak berkerumun artinya jumlah pengunjung dibatasi.

Implementasi SOP harus dipastikan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan terkait dan pengunjung dalam suatu kegiatan. Adapun dalam pembuatannya ada 2 tahap yaitu membuat bisnis proses dan menyusun instruksi kerja di bisnis proses.
Dibagian akhir, Rahmat Sudrajat menjelaskan format SOP yaitu format narasi, fornat visual dan fornat multimedia. Ada tips untuk membuat fornat narasi yaitu membuat jalinan langsung, membuat kalimat positif, membuat kalimat perintah aktif dan menghindari kalimat yang herlebih, berulang dan berbelit.
Secara umum, Rahmat mengatakan bahwa SOP dibuat untuk menghindari “one man show” artinya peran satu orang saja, karena SOP dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*