Pembinaan dan Pendampingan Anak Putus/Tidak Sekolah

Bertempat di Aula Kapanewon Seyegan, Senin (9/11) diadakan Pembinaan dan Pendampingan Anak Putus/Tidak Sekolah dengan mengundang 39 anak putus sekolah untuk dicari permasalahan dan solusi sesuai apa yang mereka inginkan.

Acara dibuka oleh Kepala Jawatan Sosial, Subagyo Rahayu, S.IP selaku penanggung jawab kegiatan dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan anak putus/tidak sekolah di wilayah Kapanewon Seyegan pada akhir tahun 2019.

Pada kesempatan ini Panewu Seyegan, R. Budi Pramono, S.IP.,M.Si. memberikan sambutan dan arahan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Pendidikan Formal merupakan salah satu syarat dan modal dalam bekerja yaitu memiliki pengetahuan yang tinggi dan pergaulan dengan banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga mampu menghadapi kehidupan ini dengan lebih baik pula.

Beliau juga berharap, pembinaan dan pendampingan ini merupakan langkah untuk mencari jalan keluar dan solusi terbaik untuk mengurangi pengangguran. Masa depan mereka berada ditangan mereka sendiri.

Memasuki acara inti, diawali oleh Narasumber pertama yaitu Sasriyanti, M.Psi.Psikolog dari Puskesmas Seyegan. Dalam paparannya yang berjudul berteman dengan Stress, Sasri menyampaikan bahwa stress disebabkan dari banyak faktor yang sering kita alami, mulai dari orang tua, sekolah, teman sebaya, kebiasaan buru, situasi sosial, emosi, lawan jenis dan lain sebagainya. Diharapkan kita dapat menghadapi stress secara positif, yaitu stress yang menjadi motifasi untuk mencapai sesuatu, bukan stress negatif dimana akan mengganggu kesehatan individu baik fisik maupun psikologi. Sasri juga mengajarkan bagaimana memanajemen stress dengan menghindari dan mengelola stress.

Sebagai pemateri kedua, adalah Kepala Bidang Pelatihan dan Transmigrasi Trining Dyah Pawestri dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Dalam paparannya, disampaikan bagaimana menjadi SDM yang Unggul. Apa saja penyebab dari putus/tidak sekolah, bagaimana membangun karakter agar sesuai nilai-nilai luhur, bagaimana menggali potensi-potensi dalam diri untuk menuju sukses.

Trining pun menyampaikan Kejuruan yang dilaksanakan BLK dan LPK  dan jumlah peminat mengikuti pelatihan pada lembaga tersebut pada tahun 2020. Juga jenis kejuruan dan jumlah kuota yang akan dibuka pada tahun 2021. Diharapkan dengan adanya informasi tersebut, peminat pelatihan dari Kapanewon Seyegan meningkat untuk meningkatkan kemampuan SDM sehingga menjadi SDM Unggul.

Dilanjutkan pemateri terakhir dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman yaitu Dra. Sri Sumiyatun sebagai Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas. Beliau menyampaikan Program Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kabupaten Sleman Tahun 2020. PKBM merupakan lembaga non formal yang sering disebut program kesetaraan. Yang termasuk program kesetaraan antara lain, kelompok belajar Paket A yang setara dengan SD, Paket B yang setara dengan SMP dan Paket C yang setara dengan SMA.

Ada banyak alasan kenapa masyarkat memilih program kesetaraan jelas Sri Sumiyatun, beliau juga menjelaskan bagaimana cara mendaftar  program kesetaraan. Diharapkan anak-anak yang putus/tidak sekolah dapat mengikuti program kesetaraan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Hal ini diharapkan apa yang menjadi program pemerintah, yaitu mencerdaskan anak-anak bangsa dengan program pendidikan 12 tahun dapat terwujud.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*