Margoagung, Pilot Project Puspaga Kabupaten Sleman

Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan, menjadi satu dari dua Kalurahan yang dijadikan pilot project Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Sleman. Hal tersebut diungkapkan, Sumarni, S.Sos, Kasi Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman.

Rapat Kerja dalam rangka Bimbingan Teknis Rencana Kerja Puspaga Margoagung yang diselenggarakan pada hari Senin 24 Mei 2021 ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Lurah Desa Margoagung dan pengurus Puspaga Kalurahan Margoagung.
Kepengurusan Puspaga yang sudah terbentuk terdiri dari unsur Perangkat Kalurahan (Kamituwo, Pangripto dan staf), Lembaga Kalurahan (PKK, LPM, Karang Taruna), Satgas PPA, Psikolog Puskesmas, BPKal, Bidan Desa, Babinkantibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Ormas.

Dalam sambutannya, Djarwo Suharto, Lurah Margoagung menyampaikan rasa syukur sudah dipercaya untuk menjadi salah satu dari dua Kalurahan sebagai pilot project Puspaga Kabupaten Sleman. Djarwo menambahkan untuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sekaligus dapat mengoptimalkan penggunaan dana yang sudah disiapkan. Djarwo juga memberikan support kepada pengurus Puspaga yang sudah bersedia menjadi relawan.
Sedangkan, Sumarni sebagai nara sumber dalam Rakor tersebut menekankan kepada peserta bahwa apa yang dilakukan oleh Dinas P3AP2KB merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam menangani permasalahan yang ada di masyarakat.

Sebagai Lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, nara sumber mengingatkan untuk mempersiapkan diri dengan fasilitas yang harus dipunyai seperti tempat konseling, perangkat administrasi, sarpras, dan papan nama.
Sumarni juga menambahkan, sebagai pilot project Puspaga, Margoagung cukup memadai dengan potensi sumber daya manusia yang ada serta konsistensi untuk tugas layanan konseling. Yang segera disiapkan adalah jadwal layanan, jadwal pertemuan rutin pengurus dan mengoptimalkan kelompok binaan yang sudah terbentuk yaitu kelompok keluarga 2 P (Pelopor dan Pelapor).
Sedangkan dari pengurus Puspaga mengusulkan untuk kegiatan sosialisasi, pengurus bisa turun langsung ke Padukuhan dan secara door to door melakukan sosialisasi tentang Puspaga.
Dibagian akhir, Sumarni menjelaskan bahwa Puspaga merupakan skreening awal dan mempunyai wewenang untuk memberikan rujukan kepada klien ke UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Puspaga diibaratkan sebagai vitamin yang menjaga agar tidak terlanjur sakit. Puspaga adalah pemantik dengan semangat “Gercep” (Gerak Cepat) dalam penanganan permasalahan di masyarakat.
Sebagai bekal kepada relawan, dibekali Modul Pengasuhan dan akan dilaksanakan simulasi untuk pengasuhan ramah anak.
Sebagai evaluasi akan ada perangkat untuk menentukan Indek Layanan Masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*