Kostratani Seyegan Bersama Balai Karantina Pertanian Yogyakarta, Tingkatkan Produktifitas dan Komoditas Pertanian

Bertempat di Kantor Unit Pelaksana Tugas Balai Penyuluh Pertanian, Pangan dan Perikanan (UPT BP4) Wilayah lll Seyegan, pada hari Senin, (29/03) diadakan koordinasi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI).

Hadir dalam kegiatan koordinasi tersebut Balai Karantina Pertanian kelas II Yogyakarta, perwakilan Kapanewon, perwakilan Kalurahan, Ketua Gapoktan, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya dan perwakilan produsen Pupuk organik.

Acara dibuka oleh ketua UPT BP4 Wilayah III, Ibnu Sutapa. Dalam pengarahannya, Ibnu menyampaikan fungsi Kostratani yang merupakan Balai Penyuluhan sebagi pusat pembangunan pertanian, pusat tempat pembelajaran pertanian yang maju, modern dan mandiri. Disamping itu Kostratani bisa juga dijadikan sebagai tempat konsultasi agribisnis yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk.

Ditambahkan juga oleh Ibnu, Kostratani ini juga mempunyai andil dalam membangunkan jejaring dalam kaitannya dengan percepatan modal. Disamping itu keberadaan Kostratani  juga sebagai tempat sajian data baik data petani, jumlah lahan, produktivitas dan lain lain.

Secara garis besar Kostratani ini mengajak kepada petani untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan populasi komoditi baik bidang pertanian maupun perikanan dan peternakan.

Ibu Sulistya dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta yang hadir pada acara  tersebut memberikan penjelasan tentang program Gratieks yaitu Gerakan Tiga Kali lipat ekspor yang merupakan gerakan pemerintah dengan ekspor 10 komoditi unggulan.

Dijelaskan oleh ibu Sulis, bagaimana membangun jejaring kerja sama antara petani, Kementan, Pemda dan swasta. Dibutuhkan langkah strategis mulai dari peningkatan ekspor komoditi pertanian, desa pendukung gratieks sampai rencana kegiatan gratieks 2020 – 2024 dan kampanye publik.

Dijelaskan oleh ibu Sulis tentang 5 langkah strategis Kementan yaitu mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah negara mitra dagang, menambah ragam komoditas ekspor, meningkatkan frekuensi pengiriman dan meningkatkan volume ekspor,

Sulis menambahkan langkah operasional pencapaian Gratieks yang terdiri dari strategi, langkah operasional, output dan stakeholder terkait.  Dan dibagikan akhir disampaikan juga upaya dan langkah penanganan hambatan ekspor.

Sebagai pembicara terakhir adalah pengenalan produk dari PT. Indoraya Mitra Persada 168 yang berupa Pupukorganik Extragen. Jundi Ashshidiq, Agronomist wakil dari perusahaan memberikan penjelasan produk extragen yang mempunyai fungsi untuk pengurai bahan organik, perbaikan sifat tanah dan mencegah patogen.

Dalam kesempatan itu, Jundi menawarkan kepada gapoktan untuk demplot lahan di wilayah masing masing. Perusahaan akan memberikan produk dan pendampingan kepada petani

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*