Hidupkan UMKM Seyegan, Kapanewon melakukan Pembinaan

Selama 2 (dua) hari, 24-25 Maret 2021 bertempat di Ruang Rapat I Kapanewon Seyegan, diadakan pembinaan UMKM di wilayah Seyegan.

Tidak kurang dari 20 UMKM hadir sebagai peserta dengan menghadirkan konsultan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang menjadi tanggung jawab dari jawatan Kemakmuran ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan lebih dari satu kali.

Siti Baroroh, SIP.SH, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa dengan pembinaan rutin yang dilakukan ini dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usahanya, terkait dengan keuangan/modal usaha dan mengelola SDM nya. Disamping itu, legalitas UMKM sebagai lembaga juga harus dipenuhi. Pemasaran sebagai ujung tombak dari usaha juga menjadi bekal yang harus dipunyai oleh pelaku usaha dengan memanfaatkan media sosial yang tidak bisa dihindari.

Siti berharap pembinaan yang banyak melakukan praktek ini, menjadi bekal yang cukup untuk menjalankan usaha UMKM  lebih baik lagi. Diingatkan juga, bahwa sebentar lagi ada Pasar Lebaran yang memberi peluang untuk UMKM memasarkan produknya.

Di hari pertama, Eddy Santosa dari Konsultan PLUT memberikan materi yang berkaitan dengan Kelembagaan UMKM. Eddy menyampaikan bahwa memiliki usaha yang tepat bukanlah awal yang penting, tapi keberhasilan memulai usaha itulah suatu hal yang paling penting untuk dicermati lebih dalam.

Analisa sektor usaha, analisa jam kerja merupakan materi materi yang disampaikan oleh Eddy pada pembinaan tersebut.

Sebagai pelaku usaha, legalitas tentu menjadi kata kunci terhadap produk yang beredar dipasaran. Untuk itu Eddy mengingatkan pelaku usaha mikro untuk mempunyai IUMK sebagai bentuk legalitas pelaku usaha dalam bentuk ijin usaha mikro.

Dalam kesempatan itu, peserta dipandu langsung untuk membuat IUMK dengan metode OSS (Online Single Submission), dipraktekkan juga cara menambah bidang usaha dengan OSS.

Dibagian kedua, Bayu Bharotodiasto, menyampaikan materi tentang design grafis dengan menggunakan aplikasi Corel Draw. Bayu nengajak peserta untuk praktek langsung untuk membuat tampilan produk di medsos dengan menggunakan Corel Draw sebagai bagian dari bentuk pemasaran online.

Materi yang disampaikan Bayu meliputi mengenal workspace, fungsi tools, menggambar obyek (elips, polygon, star, garis dll).

Dihari kedua, Achmad Bintar , konsultan PLUT bidang Pembiayaan memberikan materi kaitannya dengan Jenis perusahaan, Pengertian HPP (Harga Pokok Produksi), Manfaat perhitungan HPP, langkah Perhitungan HPP dan penentuan Harga jual Produk.

Bintar juga mengajak peserta untuk mencermati contoh laporan Harga Pokok Penjualan dalam menghitung HPP nya. Cara menghitung biaya bahan baku, biaya produksi dan harga pokok produksi.

Dibagian akhir, Rahmat Sudrahat memberikan materi tentang Manajemen Usaha. Fungsi manajemen usaha yang meliputi bidang perencanaan, perorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Adapun aspek usaha meliputi bidang produksi, pemasaran, keuangan dan SDM-Kelembagaan.

Rahmat menambahkan, menurut PP No.7 tahun 2021 tentang Kemudahan Pelindungan dan Pendanaan koperasi dan usaha mikro kecil menengah, pasal 35 ayat 3 dan 5 diterangkan bahwa usaha mikro adalah usaha dengan modal maksimal 1 M dan omzet 2 M. Untuk usaha kecil, modal 1 M – 5 M, dengan omset 2 N – 15 M. Sedangkan usaha menengah , modal 5 M – 10 M dengan omzet 15 M – 50 M.

Dimasa pandemi Covid 19 ini, UMKM membuktikan sektor usaha yang tahan banting. Lebih dari 64 juta unit usaha yang dikembangkan oleh UMKM, ini artinya mendominasi 99% unit usaha di Indonesia.

Adapun kontribusi terhadap Perekonomian Nasional adakah penyerapan tenaga kerja (97%), PDB (59,05%), Eksport. Yang kesemuanya itu berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan serta kesempatan kerja.

Kegiatan pembinaan UMKM ini ditutup dengan membuat Business Model Canvas untuk masing masing peserta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*