Edu dan Eko Wisata Branding Seyegan di Masa Depan

Harapan itu disampaikan oleh Panewu Seyegan, R. Budi Pramono, S.IP, M.Si, yang membuka acara Pembinaan Desa Wisata di Kebun Kelengkeng Padukuhan Cibuk Kidul, Kalurahan Margoluwih pada Hari Senin (14/6/2021).
Kegiatan yang merupakan agenda dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini merupakan usulan dari bawah. Mengingat tahun yang lalu, padukuhan Cibuk kidul juga mendapatkan pelatihan bagi pelaku wisata desa. Harapannya dengan pelatihan berjenjang ini, Cibuk kidul lebih siap dalam mewujudkan desa wisata dengan potensi yang dimiliki sekarang.
Hal itu juga ditambahkan oleh Budi dengan harapan Cibuk Kidul menjadi role model untuk peningkatan ekonomi dengan kegiatan wisata desa. Terbangunnya jalan Tol yang melalui wilayah Seyegan juga menjadi alasan tersendiri sebagai upaya menangkap peluang.
Penguatan kelembagaan, penyerapan tenaga kerja dan kebijakan yang terintegrasi sebagai modal Kapanewon Seyegan menjadi destinasi wisata antara sekaligus Brand di masa depan sebagai edu-wisata dan eko-wisata
Lebih jauh Budi juga menggagas suatu saat di wilayah Seyegan ada rest area yang bisa digunakan sebagai show room produk UMKM sebagai upaya untuk memberi ruang bagi masyarakat pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya. Sehingga diharapkan desa wisata dan UMKM menjadi “satu frame” (satu visi) sebagai penguatan kelembagaan.

Kegiatan yang selain dihadiri oleh Pokdarwis Kalurahan Margoluwih ini, juga dihadiri oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, lurah dan perangkat, ulu ulu dari 5 desa dan pengurus Bumdes.
Kegiatan tersebut menampilkan dua nara sumber yang expert dalam dalam pengembangan wisata desa.
Dr. Minta Harsana, A.Par, M.Sc, dari Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan materi Optimalisasi dan Pemaketan potensi Cibuk Kidul, Margoluwih menuju Pariwisata Pertanian.
Dalam paparannya , Minta menyampaikan tentang arti kata Cibuk, dan sejarah Kalurahan lama. Dari sini, Minta menjelaskan potensi yang bisa digali sekaligus yang bisa dijual sebagai paket wisata. Cibuk yang secara sosial budaya merupakan daerah pertanian bisa memberi varian baru dalam menyuguhkan atraksi wisata desanya. Permainan tradisionil, kegiatan belajar bersama penduduk termasuk tinggal bersama, ikut aktivitas penduduk, belajar membuat kerajinan tradisional dan belajar seni tradisional adalah bentuk kegiatan yang bisa ditawarkan sebagai paket wisata. Kata kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat.
Minta juga menambahkan tentang potensi yang bisa digali yang bisa disuguhkan yaitu :
– potensi produk/daya tarik wisata
– tingkat penerimaan/kemitraan dari masyarakat
– potensi SDM lokal yang mendukung
– peluang akses terhadap pasar wisatawan
– ketersediaan area untuk pengembangan
Sebagai desa wisata potensi pisik lingkungan alam dan potensi kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan modal untuk menumbuhkan Jiwa enterpreneur ( wira usaha).
Dibagikan akhir, Minta juga menyampaikan bahwa tingkat perkembangan Desa wisata ada 3 yaitu tumbuh, berkembang dan mandiri dengan kriteria masing masing.
Sebagai pembicara kedua adalah Nuryanto dari Rumah Budur Muntilan, yang memberikan motivasi melalui manajemen wisata. Ada 3 hal pokok dalam pengelolaan wisata desa yaitu berbagi adil (jejaring), pemberdayaan lingkungan dan manfaat.

Menurut Nuryanto, dalam manajemen wisata desa ini yang lebih dikedepankan adalah optimalisasi potensi diri. Sehingga menempatkan pengurus pada tempat yang tepat adalah hal yang utama untuk pengembangan wisata desa.
Sebagai bagian akhir, Sunaryo, Lurah Margoluwih menyemangati pengurus Pokdarwis untuk segera bangkit dan berjalan karena Margoluwih sudah mempunyai potensi berupa laboratorium mina padi dan segera dipadukan dengan wisata kereta api.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*