BAZNAS KABUPATEN SLEMAN TERIMAKAN THERMOGUN UNTUK 15 MASJID DI WILAYAH KECAMATAN SEYEGAN

Difasilitasi oleh satuan Gugus Tugas Covid Kecamatan Seyegan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman, meberikan bantuan berupa alat pangukur suhu badan “Thermogun” kepada 15 Masjid yang tersebar di 5 desa se Kecamatan Seyegan.

Penyerahan Thermogun tersebut diterimakan hari ini, Selasa 21 Juli 2020 pukul 10.00 di ruang pertemuan lantai 2 Kecamatan Seyegan.
Hadir menyaksikan acara penyerahan tersebut adalah satuan Gugus Tugas Covid Seyegan yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA dan Jajaran staf Kecamatan Seyegan. Hadir juga perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Sleman, H. Jumroni, SPd. dan perwakilan Takmir Masjid yang diundang.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seyegan yang bertindak selaku penanggung jawab serah terima tersebut, melalui H. Handoyo, S.Ag sebagai Kepala KUA mengatakan bahwa 15 Masjid yang menerima thermogun saat ini dipilih berdasarkan urutan 15 Masjid pertama yang mengajukan Surat Keterangan ‘Masjid aman covid’ kepada Gugus Tugas Covid Seyegan.

Adapun jumlah rumah ibadah yang telah mengajukan Surat Keterangan Aman covid di wilayah Kecamatan Seyegan sampai dengan saat ini sudah mencapai 36 rumah ibadah (Masjid, Mushola dan Gereja). Namun dikarenakan bantuan thermogun dari Baznas hanya 15 buah, maka yang dipilih berdasarkan urutan pengajuan Surat Keterangan tersebut.
Harapannya alat pengukur suhu badan tersebut dapat lebih efektif digunakan mengingat status di DIY masih dalam kondisi darurat co

vid 19.

Kepala KUA juga berpesan kepada perwakilan Takmir Masjid yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama melaksanakan aktivitas kemasjidan.

R. Budi Pramono, SIP, MSi, selaku Camat Seyegan, dalam sambutannya memberikan arahan bahwa di fase 2 covid-19 ini, kecenderungan jumlah penderita mengalami kenaikan. Gelombang kedua inilah yang perlu diwaspadai, kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus lebih ketat. Dengan istilah baru yaitu adaptasi kebiasaan baru diharapkan masyarakat tidak abai atau lengah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena pandemi covid belum selesai dan masih proses.

Mengingat status dari desa-desa yang ada diwilayah Seyegan masih ada yang masuk zona kuning maka masih perlu kewaspadaan yang tinggi terhadap covid 19.
Tidak kecuali Masjid, sebagai tempat berkumpulnya jamaah perlu diperketat protokol kesehatannya. Thermogun digunakan sebagai tool atau alat deteksi awal penularan covid diharapkan efektif digunakan di Masjid.
Setelah pengarahan dari Camat Seyegan, dilakukan penyerahan secara simbolis thermogun dari satuan gugus tugas covid Seyegan kepada 4 Masjid yang ditunjuk.

Sebagai akhir dari acara tersebut adalah sharing atau curah pendapat pelaksanaan Idhul Kurban dimasa pandemi. Kepala KUA Kecamatan Seyegan memandu acara tersebut yang mendasarkan kepada SE Bupati Sleman no. 451 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurban dimasa pandemi.
Satu demi satu beliau menanyakan kepada Takmir Masjid yang diundang tentang kesiapan dalam pelaksanaan penyembelian hewan kurban dan teknis pelaksanaan sholat idhul adha.
Diharapkan dalam pelaksanaan rangkaian idhul kurban tersebut protap kesehatan tetap dijalankan dengan sebaik baiknya.
Acara tersebut ditutup pada pukul 11.30 dengan foto bersama gugus tugas covid Seyegan dengan perwakilan Takmir Masjid yang hadir

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*