Badan Kesbangpol DIY Sosialisasi Bhineka Tunggal Ika di Seyegan

“SALAM INDONESIA BERSATU” didengungkan oleh peserta Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kapanewon Seyegan pada hari Selasa 23 Maret 2021.
Sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kapanewon Seyegan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan lembaga yang ada di wilayah Seyegan. Sebut saja Forum Anak, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), KUA, POLSEK, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), PKK, Relawan, Karang Taruna, Pamong Kalurahan (Kamituwo), Jawatan Keamanan Kapanewon dan Tokoh Masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 itu selain menghadirkan nara sumber dari Badan Kesbangpol juga menghadirkan Akademisi sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Djoko Muljanto, S P, Panewu Anom Kapanewon Seyegan menyampaikan bahwa memahami Bhinneka Tunggal Ika seperti halnya dengan upaya bagaimana menumbuhkan dan memperkokoh kesatuan bangsa. Hal tersebut terkait dengan bagaimana memupuk jiwa nasionalisme yang di masa sekarang mempunyai dimensi yang berbeda. Djoko mengartikan bahwa keteladanan/contoh harusnya lebih dikedepankan. Untuk itu kepentingan diri lebih didahulukan dari kepentingan umum karena misi sebagai teladan tadi.
Djoko juga menambahkan, di wilayah Seyegan jumlah konflik bisa dikatakan tidak ada meskipun Seyegan masih menyandang predikat sebagai wilayah dengan kemiskinan, ODGJ dan disabilitas tertinggi. Modal sosial masyarakat pun masih bisa diandalkan dengan semangat dalam penanganan covid 19 pada kegiatan posko PPKM di setiap Kalurahan dan banyak Dusun.

Mengenai pemberitaan yang salah dan menyesatkan yang beredar di masyarakat, Djoko mengajak KIM untuk mengambil peran dengan mengcounter berita yang menyesatkan tersebut.
Andhika Djalu Sembada, SS, M.Phil, sebagai pemateri dari akademisi menyampaikan pengarahannya tentang makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai keanekaragaman, menjadi pengikat bukan unsur pemisah sehingga melahirkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi pilar kokohnya NKRI.
Lebih jauh, Andhika Djalu menjabarkan tentang penguatan karakter Bhinneka Tunggal Ika yang melingkupi 4 karakter yaitu Religius, Nasionalisme, Mandiri dan Gotong royong. Keempat karakter tersebut sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia bahkan sudah menjadi kearifan lokal yang tumbuh subur di masyarakat.

Andhika Djalu juga menambahkan bahwa masalah yang sering muncul dalam masyarakat perihal Bhinneka Tunggal Ika yang dipicu dengan sentimen kedaerahan adalah adanya ego yang tinggi. Sehingga solusi dalam mengatasi perbedaan tersebut adalah melihat diri sendiri sekaligus memperkuat komunikasi dan integritas yang bersumber pada kejujuran, kebenaran, komitmen moral, keadilan, tanggung jawab dan menghargai martabat individu.
Ali Zamroni dari Badan Kesbangpol, dibagian akhir menyampaikan bahwa Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika ini dibiayai dari anggaran Danais tahun 2021.

Selain sosialisasi ini, Pemerintah Daerah DIY juga melakukan upaya dalam deteksi dini konflik. Melalui Badan Kesbangpol DIY berkoordinasi dengan Kepolisian/TNI, institusi terkait dan bersinergi dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), menjalin koordinasi dan komunikasi aktif dengan desk Pilkada, sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, ormas dan orsos.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*