Desa Wisata Wilayah Kapanewon Seyegan Belajar Sistem Akuntansi Bisnis

“….Belajar disaat orang lain tidur, bekerja disaat orang lain bermalasan, mempersiapkan disaat orang lain bermain, dan bermimpi sementara lainnya sedang berharap….” (William Arthur Ward)

Keuangan adalah darah dari sebuah bisnis sehingga harus dikontrol, dikelola dan dimonitor setiap saat karena semua keputusan penting bisnis selalu diambil atas dasar pertimbangan aspek keuangan. Demikian juga masalah dalam bisnis dapat dikenali secara dini dari data keuangan.

Demikian pengantar dari Achmad Bintar, SE, Konsultan bidang Pembiayaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman yang disampaikan pada kegiatan Penguatan Kelembagaan dan
Pembinaan Desa Wisata se Kapanewon Seyegan pada hari Rabu, (4/11).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat lantai II Kapanewon Seyegan duhadiri oleh 20 peserta yang newakili Bumdes dan pengelola Desa Wisata se Kapanewon Seyegan.
Siti Baroroh, SIP, SH, Kepala Jawatan Kemakmuran berharap dengan pembekalan laporan keuangan Desa Wisata ini, para pengurus lebih dapat profesional dalam mengelola Desa Wisatanya mengingat laporan keuangan ini dipakai untuk menentukan program yan harus dijalankan di masa mendatang.
Lebih jauh Achmad Bintar memberikan sasaran materi laporan keuangan yang mana mengharapkan setiap pelaku bisnis memahami konsep keuangan, struktur biaya usaha, laporan keuangan, mampu menyusun laporan keuangan dan membaca laporan keuangan.

Untuk memudahkan membuat laporan keuangan, Achnad Bintar nemperkenalkan apa yang disebut sistim akutansi bisnis yang terdiri dari Standar Akutansi Keuangan (SAK)
Dalam Pernen KUKM no. 04 tahun 2012 dikenal juga SAK ETAP-KUMKM yaitu Standar Akutansi Keuangan Entitas tanpa Akutansi Publik. Selain itu juga dikebak Standar akutansi keuangan Syariah (SAK Syariah). Metode pencatatannya dengan cara cash bisnis dan accrual bisnis.
Achnad Bintar nengharapkan setelah pelatihan atau pembekalan keuangan ini, pelaku Desa Wisata mampu untuk membuat laporan keuangan dengan 4 jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.

Dan sebagai kesimpukan tujuan utama pembelajaran laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran infornasi kondisi keuangan dan kinerja bisnis, sebagai barometer forcasting di masa mendatang, mereview kondisi bisnis saat ini dan sebagai alat ukur efisiensi.
Dengan laporan keuangan yang sederhana tersebut diharapkan setiap Desa Wisata dapat menyajikan laporan keuangan.
Kegiatan diakhiri dengan acara tanya jawab dengan peserta, setelah Achmad Bintar memberikan contoh cara menyusun laporan keuangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*