Bimwin Calon Pengantin Angkatan XL KUA Kapanewon Seyegan

Bertempat di Rumah Makan Lir Ilir Resto dan Garden Kurahan Margoagung, Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sleman, Senin dan Selasa (19 – 20/10/2020) mengadakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (caten) angkatan XL KUA Kapanewon Seyegan.
Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Bimwin hanya diikuti oleh 8 pasang caten dan dilaksanakan maksimal selama 4 jam
Bertindak selaku fasilitator Bimwin, H Handoyo, S.Ag yang tidak lain adalah Kepala KUA Kapanewon Seyegan.
Bimwin angkatan XL ini menghadirkan beberapa Nara Sumber yang memberikan materi pada caten yaitu
– Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA, Kepala Kemenag Kabupaten Sleman,
– H. Jaenudin, S.Ag. M.Si, Kasi Bimas Islam, Kemenag Kabupaten Sleman
– Drs. Anshori
Penghulu KUA Seyegan
– Sumarsiyah/ dr. Lintang
Puskesmas Seyegan
– Drs. H. Nurdjamil
Kanwil Kemenag Propinsi DIY.

Dalam pembekalannya, H. Sa’ban Nuroni, memberikan materi tentang Kebijakan Kementerian Agama tentang Bimbingan Perkawinan.
Dasar Hukum Perkawinan adalah UU No. 1/1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No.1/1974 tentang perkawinan.
Lebih jauh, Sa’ban menegaskan bahwa masa depan bangsa dibangun diatas pondasi keluarga dimana keluarga yang kuat merupakan pondasi yang penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia. Ini artinya kekuatan bangsa sangat dipengaruhi kekuatan keluarga.
H. Jaenudin memberikan materi tentang mempersiapan keluarga sakinah dan membangun hubungan dalam keluarga.
Jaenudin memberikan materi secara interaktif kepada peserta dengan mengajak peserta untuk menuliskan peran seorang istri dan suami. Selain itu bagaimana keluarga muda ini membuat rencana kedepan dalam berumah tangga. Apa saja harapan seorang istri kepada suami dan sebaliknya.

Dihari kedua, Drs. Anshori, penghulu KUA Seyegan memberi materi tentang memenuhi kebutuhan keluarga.
Disampaikan dalam materinya, Kebutuhan Keluarga ini termasuk kebutuhan materi dan imateri. Termasuk sandang, pangan, papan juga rasa kenyamanan dan ketenangan.
Kebutuhan Keluarga merupakan wajib, untuk itu berbagi peran suami dan istri dalam penenuhan kebutuhan keluarga adalsh keharusan.
Sumarsiyah dan dr. Lintang memberikan mateti tentang bagaimana menjaga kesehatan reproduksi. Dalam materinya dijelaskan secara gamblang tentang alat reproduksi dengan harapan peserta tidak merasa tabu dengan alat reproduksi.
Sebagai pemateri terakhir adalah H. Nurdjamil yang memberikan materi tentang mempersiapkan generasi berkualitas.
Ditempat yang sama, H. Sa’ban Nuroni, nenjelaskan bahwa Bimwin ini dilaksanakan untuk membekali calon pengantin mengolah permasalahan dan menjalankan konflik sehingga menjadi keluarga yang utuh. Calon pengantin sebagai peserta Bimwin ini nantinya diberikan sertifikat yang merupakan kelengkapan dokumen perkawinan. Tahun ini Bimwin menginjak tahun ke-3 dimana anggaran dibebankan pada DIPA Kemenag Pusat.
Harapannya, dengan adanya Bimwin pemahanan peserta tentang pernasalahan pernikahan bisa dipahami dan mengurangi konflik dalam berkeluarga.
Kegiatan diakhiri dengan post test yang dipandu oleh fasilitator

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*